Lukisan Karya Dua Maestro Seni Lukis Indonesia Ditetapkan Jadi Benda Cagar Budaya

- Selasa, 6 Desember 2022 | 19:45 WIB
Lukisan Pengantin Revolusi karya Hendra Gunawan ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya Peringkat Nasional. (koleksi lukisan Museum Seni Rupa dan Keramik )
Lukisan Pengantin Revolusi karya Hendra Gunawan ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya Peringkat Nasional. (koleksi lukisan Museum Seni Rupa dan Keramik )

JAKNET -- Dua koleksi lukisan Museum Seni Rupa dan Keramik karya Hendra Gunawan dan S Sudjojono masing-masing berjudul Pengantin Revolusi dan Prambanan/Seko ditetapkan sebagai benda Ccgar budaya peringkat nasional. 

Penetapan Benda Cagar Budaya tersebut dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud Ristek).

Baca Juga: Cara Mudah Cek Keamanan Produk yang Terdaftar di BPOM Lewat HP

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana mengatakan, penetapan kedua koleksi lukisan ini telah melalui beberapa proses kajian mulai dari Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi DKI Jakarta hingga Tim Ahli Cagar Budaya Nasional.

Menurutnya hal tersebut merupakan hasil dari upaya dan komitmen peningkatan koleksi Cagar Budaya di museum-museum yang dikelola oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta. 

Lukisan Prambanan/Seko karya S. Sudjojono ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya Peringkat Nasional. ( koleksi lukisan Museum Seni Rupa dan Keramik)

“Lukisan Pengantin Revolusi dan Lukisan Prambanan/Seko ini merupakan koleksi unggulan di Museum Seni Rupa dan Keramik yang menampilkan peristiwa di masa setelah kemerdekaan Indonesia” ujarnya pada November lalu.

Selain menjadi koleksi unggulan Museum Seni Rupa dan Keramik, kedua lukisan tersebut juga merupakan salah satu karya terbaik dari maestro seni lukis Indonesia, Hendra Gunawan dan S Sudjojono.

Sebagai informasi Hendra Gunawan merupakan salah satu maestro seni lukis Indonesia yang karya-karyanya paling banyak diburu kolektor dengan harga fantastis hingga puluhan miliar. Ia lahir di Bandung, Jawa Barat, 11 Juni 1918 dan wafat pada 17 Juli 1983. 

Halaman:

Editor: Nurcholis Anhari Lubis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X