• Kamis, 8 Desember 2022

Kepala BNPT: Pekerja Migran Indonesia Rentan Terpapar Paham Radikalisme dan Aksi Terorisme

- Kamis, 15 September 2022 | 15:05 WIB
Ilustrasi radikalisme (Foto: Mart Production/Pexels)
Ilustrasi radikalisme (Foto: Mart Production/Pexels)

JAKNET --- Pekerja Migran Indonesia (PMI) dinilai lebih rentan terpapar dan terlibat dalam pendanaan jaringan terorisme global yang tersebar di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat (AS).

Hal tersebut dikemukakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Boy Rafli Amar saat acara Consular Talk #4 bersama Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) untuk San Francisco, Prasetyo Hadi, dan diaspora Warga Negara Indonesia (WNI) di San Francisco, Rabu 14 September 2022.

Menurut Boy Rafli Amar, seperti dikutip dari laman BNPT, karena sifatnya yang transnasional, perkembangan ancaman radikal terorisme dan pendanaan terorisme sangat dipengaruhi dinamika perkembangan lingkungan strategis baik secara global, maupun nasional, yang tentunya akan membawa implikasi secara langsung maupun tidak langsung. 

Baca Juga: Rekap Hasil Liga Champions 2022-2023: Juventus Dipermalukan di Kandang

Boy Rafli Amar mengatakan kerentanan paparan radikalisme tersebut  didorong oleh beberapa faktor, di antaranya minimnya kemampuan literasi digital dan pengetahuan terkait bahaya radikal terorisme.

Selain itu kemunculan platfrom komunikasi dan teknologi digital baru seperti metaverse dan mata uang kripto (crypto currency) juga menjadi faktor yang mendukung penyebarluasan paham radikalisme.

“Keterlibatan PMI dalam terorisme sudah terjadi di Singapura dan Hong Kong. Selain terlibat dalam pendanaan, di antara mereka juga ada yang terlibat dalam perencanaan bom bunuh diri,” katanya.

Baca Juga: Catat! Warga DKI Jakarta, Mulai Hari Ini Berlaku Pemutihan Pajak Kendaraan hingga 15 Desember Mendatang

Boy Rafli Amar merinci hingga 2022 ini, masih terdapat WNI terlibat jaringan teroris di negara lain atau Foreign Terrorist Fighters (FTF), yang berada di zona konflik Irak dan Suriah. 

Halaman:

Editor: Nurcholis Anhari Lubis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Komisi I Setujui Laksamana Yudo Sebagai Panglima TNI

Jumat, 2 Desember 2022 | 20:31 WIB
X